Perajin Sapu Ijuk Produksi 150 Sapu Perhari

LUBUKLINGGAU – Perajin sapu ijuk di lubuklinggau tetap bertahan menjalankan usahanya,meski dalam segala keterbatasan selama pandemi covid-19. Perajin berharap pandemi covid-19  berlalu agar penjualan dan distribusi kembali normal.

                Beginilah aktivitas sejumlah pelaku usaha mikro kecil atau industri rumahan seperti perajin sapu ijuk yang ada di Kelurahan Mesat Seni Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Meski ditengah pandemi covid-19,  para pengrajin umkm ini tetap bertahan dan terus bangkit untuk memasarkan hasil produkasinya.

                Salah satu perajin sapu ijuk, Mulyorejo yang telah menekuni usahanya sejak 16 tahun yang lalu mengaku selama pandemi covid-19 produksi kerajinan sapu ijuk tetap berjalan karena adanya pemesanan dari para pelanggan.

                Setidaknya dalam sehari ada 100 sampai 150 sapu ijuk dapat diproduksi secara tradisional oleh pekerjanya dengan kualitas yang tidak kalah dengan buatan pabrik. Hasil roduksi sapu ini pun dipasarkan selain di lubuklinggau juga sampai ke kabupaten tetangga hingga ke luar provinsi, dengan harga jual bervariasi mulai dari 10 ribu hingga 25 ribu rupiah per sapu.

                Meski terkadang kesulitan mendapatkan bahan baku yang biasa didatangkan dari Kabupaten Rejang Lebong Bengkul, namun perajin tetap semangat untuk bertahan dengan segala keterbatasanya dan berharap pandemi covid-19 segera berlalu dan perekonomian kembali pulih. ( rj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *