Mau Sukses, Kepsek Harus Branding

PALEMBANG – Personal branding dibutuhkan bagi seluruh pejabat agar bisa sukses di bidangnya. Penegasan ini diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru saat membuka Workshop Personal Branding dan Kreatifitas Dunia Pendidikan di Gedung Dharma Wanita Persatuan yang digelar Harian Sumatera Ekspres bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Selasa (4/5).
Deru menuturkan, saat ini banyak pejabat sedang mengalami krisis branding terhadap dirinya. Pejabat acap kali lalai dalam berucap, bersikap maupun berbusana. Kepala sekolah (Kepsek) diharapkan dapat meminimalisir kelalaian tersebut. “Kita berharap ilmu yang bakal disampaikan Helmy Yahya dapat berguna bagi dunia pendidikan di Sumsel. Terutama dalam pengembangan personal branding bagi Kepsek,” katanya.
Kemampuan dalam berucap, bersikap dan berbusana harus dimiliki agar personal branding seseorang dapat positif. Pertama dalam berucap. Deru menuturkan, dalam berucap ada 4 navigasi yang harus dimiliki agar apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
“Kadang tujuannya baik tetapi karena penyampaiannya tidak benar maka tidak bisa tersampaikan dengan baik dan bisa disalahartikan,” terangnya. Empat navigasi yang harus dimiliki diantaranya artikulasi, intonasi, redaksi dan isi. Artikulasi harus dengan jelas disampaikan kata per kata. Sehingga bisa dipahami. Lalu, penyampaiannya harus diiringi dengan intonasi yang tepat. “Seperti apa intonasinya saat kita marah, tertawa, merayu. Nadanya harus diatur sedemikian rupa,” terangnya.
Kemudian, redaksi yang harus disampaikan juga harus dipersiapkan. Sehingga saat disampaikan, tidak dalam keadaan gugup dan dilakukan secara sistematis. “Baru kemudian isi atau maksud yang ingin disampaikan,” bebernya.
Ia melanjutkan, Kepsek atau pejabat juga harus bisa bersikap dengan baik. Pengalaman dirinya sewaktu sekolah, ada guru yang merokok di kelas sambil mengajar. “Saya yakin ini juga masih banyak yang terjadi. Kan tidak patut untuk dicontoh anak murid,” bebernya.
Penampilan juga harus dijaga. Sebab, guru maupun Kepsek menjadi sosok yang dicontoh siswanya. “Sedapat mungkin berpakaian rapi. Karena yang dihadapi ini anak murid yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi jajaran manajemen Sumatera Ekspres dan Disdik Sumsel yang telah menggelar workshop ini. “Sebab, tidak ada satupun orang dalam profesinya tidak butuh personal branding. Terutama guru maupun Kepsek. Agar mereka bisa dipercaya baik sikap maupun tutur katanya dan dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
Sementara itu, presenter kondang Helmy Yahya sekaligus pengarang buku “Who The Hell Are You” mengungkapkan, personal branding merupakan salah satu skill yang harus dimiliki seseorang untuk menggapai kesuksesan. Untuk sukses, seseorang harus punya brand atau ciri khas sendiri.
Personal branding bisa diibaratkan kopi yang memiliki brand terkenal. Seperti Kopi Kenangan, Starbuck dan lainnya. Mereka dipilih karena memiliki rasa dan kemasan yang berbeda ketimbang kopi pada umumnya.
“Begitu juga manusia. Masing-masing punya brand. Punya merek. Inilah yang nantinya bisa dipilih. Sebab, orang yang sukses itu lantaran dirinya terpilih,” katanya. Pria kelahiran Palembang tersebut mengatakan, dalam meniti karir di bidang apapun, seseorang harus memiliki ciri khas yang membedakannya dengan orang yang berprofesi serupa.
Saat itulah, seseorang akan dilirik. Dalam karirnya, Helmy menjelaskan dirinya berupaya membangun brand yang berbeda. Sehingga, pekerjaan apapun yang digelutinya, ia bisa meraih kesuksesan.
“Saya ini pembawa acara. Saya punya brand sebagai Helmy Yahya. Begitu juga saat saya terjun sebagai YouTuber. Saya punya ciri khas tersendiri, beda dari Youtuber lainnya. Dan satu lagi yang harus diingat, rezeki itu tidak akan tertukar,” terangnya.
Helmy menjelaskan, membangun sebuah brand itu memiliki proses dan waktu yang cukup panjang. Namun, ketika sudah ditemukan dan dibranding terus menerus, maka orang lain akan mengenal karakter yang sudah terbentuk itu.
“Cara membranding diri itu beragam. Bisa sekolah yang tinggi, sertifikat lengkap, punya skill yang khusus dan lainnya,” ucapnya. Ia menceritakan, dirinya melalui beragam ujian sebelum menjadi Helmy Yahya yang dikenal kebanyakan orang saat ini.
“Cerita saya sendiri sebagai anak pedagang kaki lima hingga punya karir seperti saat ini. Perjalanan itu tidaklah mudah. Ada prestasi, integritas yang saya capai. Itulah yang membentuk Helmy Yahya saat ini,” ungkapnya.
Nah, para kepsek juga harus melakukan itu. “Jika ingin terpilih, harus nyemelo (berbeda) dari yang lain,”jelasnya. Manusia harus punya brand dan ilmu personal branding “Dibalik pria sukses banyak mantan yang nyesel,”ujar Helmi yang disambut tepuk tangan oleh para peserta workshop.
Personal brand adalah atribut yang diberikan pada seseorang. Tidak bisa dibangun dalam waktu singkat, tapi memelukan waktu panjang. Contoh dirinya, Helmi Yahya yang dikenal masyarakat adalah sosok cerdas, raja kuis, bersemangat, kreatif, enerjik. “Tidak ada ruang untuk yang setengah-setengah, untuk menjadi sukses. Saya percaya Tuhan punya rencana lebih baik untuk saya,” tuturnya. Karena itu, untuk para kepsek, jadilah kepsek yang punya personal branding.
“Personal Brand-mu adalah caramu tampil, caramu bicara, caramu berlaku,” tegasnya.
Jika mau sukses, maka bergaulah dengan yang sukses. “Kepsek mau sukses bergaulah dengan kepsek yang sukses dan orang pendidikan yang sukses,”pesannya
Helmy berpesan, di tangan para kepsek dan bapak ibu guru akan lahir orang -orang sukses. “Jadi tolong ajarkan itu kepada anak-anak kita agar sukses. Di tangan bapak ibu sekalian kita titipkan anak didik yang akan jadi generasi penerus dan ini jadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama,” imbuhnya.
Kepala Disdik Provinsi Sumsel, Drs H Riza Fahlevi MM mengatakan, Workshop Personal Branding dan Kreativitas Dunia Pendidikan dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan peringatan Hardiknas 2021.
Peserta workshop adalah kepala SMA/SMK yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se Sumsel. Kegiatan serupa telah dilaksanakan Disdik untuk pengurus Forum BKK SMK Sumsel di Hotel Swarna Dwipa dalam bentuk pelatihan capacity building.
“Kami menyadari, di tengah pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, masalah pendidikan semakin kompleks. Tuntutan masyarakat akan pendidikan berkualitas juga semakin tinggi. Diperlukan figur kepsek yang berkompeten, berkarakter, inovatif dan kreatif.
“Oleh karena itu kami memandang perlu melaksanakan kegiatan Workshop Personal Branding dan kreativitas Dunia Pendidikan ini,”sebutnya. Riza menegaskan, peran sebagai edukator, manager, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator harus mampu dijalankan dengan baik oleh seorang kepsek. “Untuk menjalankan itu semua diperlukan berbagai skill,m diantaranya kemampuan personal Branding,” ucapnya.
Kepsek dalam karirnya harus memiliki ciri khas yang membedakannya dengan kepsek lain. “Dengan personal branding yang dimiliki, seorang kepsek akan mencapai puncak kesuksesannya. Muara dari ini semua tentu saja meningkatkan kualitas pendidikan di Sumsel,” tandas Riza.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Sekolah Vokasi Kemendikbud RI, Wikan Sakarinto juga berikan banyak pengetahuan bermanfaat seputar personel branding dan kreativitas dunia pendidikan yang bisa dilakukan para kepsek dan guru di masa sekarang ini.
Dalam workshop kemarin hadir General Manager (GM) Sumatera Ekspres (Sumeks) Hj Nurseri Marwah. Untuk jajaran Disdik Sumsel hadir Sekretaris Disdik H Markoginta SPd MM. Kepala Bidang (Kabid) SMA H Masherdata Musa’i SH MSi, Kabid SMK Mondyaboni SE Skom, Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Emzen SPd MM serta sekitar 400 Kepala SMA dan SMK se-Sumsel. (SE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *